News

4 Kelemahan Investasi Reksa Dana, Menyuarakan Dulu Sebelum Taruh Duit

4 Kelemahan Investasi Reksa Dana, Menyuarakan Dulu Sebelum Taruh Duit

JAKARTA Reksa dana kerap menjadi pilihan masyarakat untuk berangkat investasi. Sebab, banyak keunggulan, lupa satunya reksa dana dikelola dengan biaya relatif rendah dan transparan di bawah pengawasan otoritas keuangan.

Namun, mengutip dibanding buku “Kiat-kiat Membiakkan Uang pada Masa Sulit” oleh Novi Iman, Jakarta, Sabtu (1/8/2020), selain menunjukkan banyak keunggulan, di sisi asing reksa dana sebenarnya juga mempunyai beberapa kelemahan.

Berikut di kurun lain kelemahan reksa dana:

1. Return Reksa Dana Floktuatif dan Tidak Dijamin

Sangat agak-agak nilai reksa dana turun jadi dalam kasus yang paling ekstrim dapat kehilangan seluruh investasi yang dimiliki. Reksa dana tidak selaku dengan produk pendapatan tetap (fixed-income) seperti deposito, obligasi ritel Indonesia (ORI), atau surat utang negara (SUN) yang tingkat keuntungannya telah ditetapkan di muka.

Baca Juga:   Intip Sisi Menarik Reksa Dana dengan Buat Pemain Baru Tergoda

Reksa dana tak dijamin pemerintah seperti halnya simpanan atau deposito. Semisal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (force majeur) seperti krisis ekonomi, perusahaan bangkrut, naganaganya tidak akan mendapatkan apapun dan kehilangan seluruh uang yang dimiliki.

dua. Kurangnya Kendali

Sebagai investor, tidak memiliki lagam terhadap surat berharga apa dengan akan dibeli atau dijual sebab reksa dana. Seluruh keputusan investasi sudah diserahkan kepada manajer investasi. Itulah mengapa memilih manajer investasi yang jempolan merupakan kunci sukses investasi reksa dana.

Baca Juga:   Hening Ya, Investasi Reksa Dana Pasti Tenang

3. Minimnya Peluang untuk Mengkaji Reksa Dana

Tidak seperti saham, investor reksa dana tidak bisa menganalisis detail pertumbuhan, pendapatan, neraca, atau masukan keuangan dari perusahaan yang dimasukkan dalam portofolio reksa dana miliknya.

Nilai aktiva bersih (NAB) hanya memberikan gambaran sebab nilai total dari portofolio dikurangi kewajiban. Investor sulit membedakan satu-lawan-satu (face to face) mana reksa dana yang benar-benar bagus & mana yang tidak.

Loading…