News

7 Material yang Bikin Meja Dapur Makin Kece

7-material-yang-bikin-meja-dapur-makin-kece-1

JAKARTA – Ada penuh pilihan material atau target untuk meja dapur pada pasaran, tetapi beberapa objek berikut paling sering dimanfaatkan untuk meja dapur panti, seperti granit, marmer, kuarsa, dan lain sebagainya.

Setiap materi memiliki aspek positif dan negatifnya. Misalnya, beberapa material betul kuat sementara yang lain mudah tergores atau rusak. Beberapa bahan lainnya memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada yang asing.

Untuk membantu menyungguhkan material yang tepat buat meja dapur, berikut keterangan beberapa material atau objek terbaik untuk meja bagian beserta kelebihan dan kekurangannya, dilansir dari The Spruce, Kamis(10/6/2021).

1. Granit

Granit telah menjadi bahan meja pilihan kala tidak ada masalah kos yang perlu dipertimbangkan. Granit mendefinisikan keanggunan di bagian. Bahkan dapur sederhana kendati tampak seperti ruang kaya ketika memakai meja granit. Harganya yang mahal sewaktu-waktu bisa menurun karena opsi material semakin banyak di kelas.

Membaca Juga:   5 Prakarsa Rombak Kamar Tidur Anti Gagal

2. Soapstone

Soapstone ialah batu alam lain, lazimnya berwarna abu-abu gelap secara nuansa halus dan halus. Menjadi tren baru-baru tersebut sebagai alternatif untuk granit. Soapstone sering terlihat di rumah-rumah bersejarah tetapi juga digunakan di rumah-rumah baru baik sebagai bahan meja dan wastafel. Batu tersebut cukup keras dan tahan terhadap noda, namun mudah-mudahan tergores.

3. Marmer

Batu alam asing yang biasa digunakan dalam meja dapur adalah marmer. Karena harganya yang sangat mahal, marmer tidak kala terlihat di seluruh bidang meja di sebagian gembung dapur. Meskipun sangat berharga, marmer mungkin bukan pilihan terbaik untuk dapur sebab mudah ternoda dan terpikir.

Membaca Juga:   Bikin Panti Terang dengan Cahaya Natural, Begini Caranya

4. Quartz (rekayasa)

Bahan meja yang lumrah sebagai “kuarsa” sebenarnya adalah produk batu rekayasa dengan mengandung sebanyak 93 obat jerih partikel kuarsa dan mineral lainnya, dibentuk menjadi lempengan dan diikat dengan resin. Ini bukan lempengan kuarsa padat yang diproduksi sebab penggalian.

Kuarsa diciptakan sebagai alternatif granit dan marmer yang bertambah mudah beradaptasi dan berkinerja lebih baik. Tersedia di rentang warna yang lebih banyak daripada granit dan memiliki permukaan tidak berpori yang tahan terhadap tulisan dan pewarnaan.