News

Bakal Intip Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Wajib Rapid Test

Bakal Intip Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Wajib Rapid Test

JAKARTA – Protokol Kesehatan selalu diterapkan pada Proyek Kereta Segera Jakarta-Bandung. Tak hanya pekerja, apalagi wartawan yang melakukan peliputan biar harus diuji kesehatannya terlebih dahulu.

Dalam rangka peliputan progress proyek kereta segera Jakarta-Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China, diterapkan protokol Covid-19 yang ketat. Selain pengecekan suhu tubuh dengan termometer infra merah serta social distancing serta pemakaian serta pembagian masker, semua wartawan dan pengunjung lokasi yang berkepentingan diwajibkan untuk mengikuti rapid test Covid-19.

  Baca juga: Lestari Berlanjut, Proyek Kereta Cepat Diintegrasikan Jadi Bandung-Surabaya

Terdapat 7 wartawan dari 7 media yang turut meliput program ini. Untuk mendata rapid test, terlebih dahulu wartawan harus menyerahkan data pribadi berupa nama & tanggal lahir, riwayat gejala, kejadian rapid test atau swab, & asal media serta kontak yang bisa dihubungi.

Hingga saat ini, terpantau buatan rapid test dari semua konco media non-reaktif.

Physical distancing saat antre pun diterapkan. Terdapat jarak 1-2 meter per antrian. Area rapid test pun dipisahkan untuk pengunjung dengan belum menerima hasil rapid test dan untuk pengunjung yang buatan rapid test nya non-reaktif.

  Baca juga: Proyek Kereta Cepat Jalan Terus? Ini Kata Menteri PUPR

Adapun tamu wajib menunggu di area tunggu yang terpisah selama 15 menit. Hal ini karena rapid test membutuhkan waktu 15 menit untuk menunjukkan hasilnya per orang.

Pengunjung nantinya hendak dipanggil namanya setelah hasilnya muncul. Jika terpantau non-reaktif, akan ditempelkan sticker hijau di lengan kanan baju masing-masing.

(rzy)

Loading…