News

Bermula dari Menjual Barang Orang, Tersebut Rahasia Sukses Bisnis Keripik Sengit

Bermula dari Menjual Barang Orang, Tersebut Rahasia Sukses Bisnis Keripik Sengit

JAKARTA – Keripik Maicih. Pasti yang terbesit dibenak kalian adalah sebuah keripik sengit yang berasal dari Tanah Pasundan. Ya, keripik itu memang menjadi fenomenal sejak 2010 silam sebab memiliki tingkat pedas hingga melekat ke ubun-ubun kepala. Namun sapa disangka awal mula kemunculan tersebut bermula dari menjual barang milik orang lain ke kerabat dekatnya.

“Bisa dibilang penjualannya sangat biasa, paling supply ke pasar tradisional. Biasanya dijual Rp 1. 000-Rp 5. 000. Aku cobain ini keripik ada individualitas khas tertentu. Baru 2010 itu terpikirkan, enak kalau dijual, semrawut saya jual. Saya lihat tersebut orang melihat peluang. Bukan hamba yang masak, ” kata Founder Keripik Maicih Reza Nurhilman dalam program Indonesia Digital Market (IDM) melalui IG Live @okezonecom, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga:   4 Dasar Menetapkan Tujuan Perencanaan Keuangan

Tempat menjelaskan awal mula dirinya membatalkan untuk menjual keripik itu masih belum ada mereknya. Saat tersebut, harganya dipatok dengan harga Rp 10 ribu per bungkus dengan berat 250 gram. Seketika, keripik itu mendapat respons yang jalan dari pasar, sehingga dia langsung melabelinya dengan nama Maicih.

“Akhirnya, setelah saya angkat saya tawarin ke teman-teman terdekat. Waktu itu keripikinya masih polos, tanpa ada brand. Sekitar 250 gram, saya beli Rp 5 ribu, saya jual dengan kehormatan Rp 10 ribu, ” ujarnya.

 

Dalam waktu 6 bulan, lanjut dia, keripik itu kian mendapatkan pesanan sejak berbagai kalangan. Dirinya pun tepat menawarkan diri kepada yang pemilik keripiki tersebut, tapi ternyata mereka menolak untuk membesarkan produknya. Akhirnya, dia memberanikan diri untuk terjun ke dunia usaha dengan merintis sendiri.

Loading…