Category Archives: News

News

Diborong Masyarakat, Sri Mulyani Tutur Investasi Surat Utang sesuai Belanja Online

Published by:

diborong-masyarakat-sri-mulyani-sebut-investasi-surat-utang-seperti-belanja-online-1

JAKARTA – Kementerian Keuangan tetap melakukan edukasi dan sekaligus memberikan pilihan instrumen investasi bagi masyarakat seperti membuahkan Surat Berharga Negara pada bentuk ritel (SBN Ritel).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengucapkan, jumlah pembeli SBN Ritel meningkat drastis. Pemerintah sendiri meraup dana Rp7, 50 triliun dari penerbitan SBR010. Angka itu melampaui bahan awal sebesar Rp5 triliun.

“Coba dilihat angkanya bahkan sampai digit Rp118 juta. Ini tetap kita pasarkan dan hamba minta kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Efek terus melakukan edukasi publik. Dan Alhamdulillah saya lihat kemajuanya sangat baik. Basis investor kita terus meluas, ” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Surat Utang RI Laku Rp34 Triliun

Meningkatnya, kesadaran masyarakat untuk membawa dananya di instrumen investasi yang aman tercermin sebab meningkatnya penjualan SBN ritel di masa pandemi.

Tercatat SBN ritel seri SBR010 yang diterbitkan di bulan Juli 2021 mencapai rekor penjualan sempurna sepanjang penerbitan SBN ritel non-tradable, baik dari total investor maupun nominal.

Sri Mulyani memberikan bahwa kemudahan untuk melaksanakan pemesanan secara online memproduksi masyarakat menjadikan SBN ritel sebagai pilihan investasi dengan utama di saat masih terbatasnya mobilitas masyarakat.

“Dengan kita mampu memberi opsi investasi kepada masyarakat berupa SBN ritel, mereka bisa melakukan seperti belanja online, ” katanya.

(dni)

News

Dongeng Nenek 72 Tahun Bisa Bansos Tunai Rp600. 000 Bonus Beras 10 Kg

Published by:

kisah-nenek-72-tahun-dapat-bansos-tunai-rp600-000-bonus-beras-10-kg-1

JAKARTA – Berbagai bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak pandemi Covid-19 telah mulai disalurkan. Salah satunya di Kota Pekalongan, Kementerian Sosial menyalurkan tumpuan PKH, BST, & Beras 10 kg.

Baca Juga: Masyarakat Bogor Berdesakan Antre Bansos Tunai

Apa kata penerima kebaikan? Salah satunya seperti dilansir dari akun Instagram @kemensosri (2/8/2021). Ibu Sutriya yang berusia 72 tahun merupakan penerima bantuan tunai dan beras tersebut. Dia mengiakan kegiatannya menganggur di panti.

Baca Juga: Terdampak PPKM Kelas 4, Buruh Pelabuhan Sunda Kelapa Dapat Bansos

“Saya tak ada kerjaan. Saya sangat berterima kasih atas bantuan dari Menteri Sosial Tri Rismaharini. Terima kasih sekadar Alhamdulillah dapat uang Rp600 Ribu dan beras 10 kg, ” ujar Sutriya dalam postingan akun tersebut.

Dia serupa bercerita bila uangnya bakal dipakai buat makan. Karena memang dirinya tidak ada sumber penghasilan satupun.

“Saya tidak memiliki penghasilan apa-apa. Cuma dikasih anak, ” katanya.

News

Sri Mulyani Sebut: Pembangunan SDM Kunci Jadi Negara Lulus

Published by:

sri-mulyani-sebut-pembangunan-sdm-kunci-jadi-negara-maju-1

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang juga Anggota Indah Wali Amanat ( MWA ) Universitas Indonesia (UI), menyatakan pendirian sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci kemajuan sebuah negara.

“Keuangan negara adalah cerminan dari keseluruhan potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk mendapatkan penerimaan yang bersumber dari sumber daya alam, budaya, dan nilai tambahan ekonomi masyarakat, ” ujarnya saat menjadi narasumber Kegiatan Awal Mahasiswa Baru (Kamaba) UI Tahun 2021, kaya dilansir Antara, Minggu (1/8/2021).

Di hadapan sekitar 8. 000 mahasiswa baru UI jenjang D3 (vokasi), D4, dan S1 dari program reguler, paralel, & kelas internasional, Sri Mulyani hadir secara daring memberikan paparan terkait tema tinggi acara Kamaba UI yaitu “Satu Karena Beda”.

Menkeu menyampaikan mengenai potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan bagaimana potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk menghadirkan kesejahteraan & kemakmuran bagi seluruh umum.

Menangkap Juga:   5 Bahan Menarik Ancaman Lebih Ngeri dari Covid-19, Apa Itu Bu Sri Mulyani?

Seluruh daya kekayaan yang dimiliki Indonesia dikumpulkan menjadi keuangan negeri melalui berbagai bentuk, sesuai pajak, hasil tambang, & royalti.

Retribusi merupakan uang masyarakat yang dikumpulkan oleh negara & akan dipergunakan untuk mendanai kebijakan pembangunan negara di berbagai bidang untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, seperti pendirian SDM.

“Pembangunan sumber daya manusia ialah kunci kemajuan dari sebuah negara, ” kata Sri Mulyani, yang menjadi pensyarah pada pelaksanaan hari keempat Kamaba UI dengan menetapkan tema “Merawat Potensi Bangsa Indonesia”.

Baca Juga:   Jalan Sri Mulyani Efisiensi Honorarium APBN

Kemajuan tersebut tergambar lantaran berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemiskinan, & tata krama.

“Keuangan negara tersebut bermula dari masyarakat melalui retribusi, dan akan kembali kepada masyarakat melalui kebijakan yang mendorong kemajuan bangsa. Perkembangan itu diukur dalam berbagai hal, seperti kemajuan cara berpikir, dan itu kudu dilihat tidak hanya lantaran proses pendidikan, tetapi bagaimana kita menciptakan lingkungan baik dan bernegara yang melekat, di mana masyarakat dapat ikut berpikir kritis dan peduli terhadap negaranya, ” ujar Menkeu.

News

Kebolehan Bantu Buka Pasar Ekspor Produk Indonesia

Published by:

diplomasi-bantu-buka-pasar-ekspor-produk-indonesia-1

JAKARTA berantakan Indonesia memiliki peluang gembung meningkatkan ekspor khusunya pada pasar Asia Tenggara. Cabang Indonesia di luar kampung pun diharapkan membantu memerosokkan dan mempromosikan produk lokal.

“Kita (Indonesia) sebenarnya memiliki banyak peluang, sebenarnya kami perwakilan di luar membantu untuk memajukan nilai ekspor di Indonesia. Pak Jokowi sudah menodong 132 perwakilan kita di luar negeri untuk rajin tidak hanya mempromosikan bahan dan produk eskpor kita akan tetapi kita pula ikut menentukan harga, ” kata Mantan Dubes RI untuk Argentina Jonny Sinaga, melalui webinar virtual, Sabtu (31/7/2021).

Mengaji Juga:   Perdana, MENODAI Ekspor Produk Buatan Daerah ke Eropa hingga Timur Tengah

Dirinya menyampaikan, pihak representatif besar Indonesia di sungguh negeri siap membantu & melakukan berbagai negosiasi untuk bisa mempromosikan barang ekspor di berbagai industri.

“Untuk melakukan tersebut tentu bisa dilakukan kalau misalkan kita memiliki hubungan akrab dengan pengusaha tersebut, adanya diplomasi. Seperti yang dilakukan Pak Dito (Kepala Sekolah Ekspor) sering adanya peluang untuk bisa berkomunikasi, berkonsolidasi dan menjalin hubungan dengan berbagai lini, ” paparnya.

Baca Juga:   Sri Mulyani Buat 5 Metode Perdagangan Indonesia dengan Negeri Mitra

Menurut Jhonny apa yang dilakukan oleh sekolah ekspor setiap minggu bisa positif memfasilitasi pemerintah untuk memajukan nilai ekspor di Indonesia melalui gagasan dan bisa diimplementasikan oleh Pemerintah.

“Sebenarnya forum ini bisa membantu, dan kita tahu saat ini Nusantara masih menempati nomor lima di ASEAN di bawah singapura, thailand dan serupa Malaysia dan kita kudu tetap maju dan semua lini harus bisa berkontribusi untuk ini, ” ujarnya.

News

Tersedia PPKM, Pendapatan Puradelta Malah Naik Tajam 129, 53%

Published by:

ada-ppkm-pendapatan-puradelta-malah-naik-tajam-12953-1

JAKARTA – Di tengah pasar properti lesu akibat dampak perpanjangan kebijaksanaan PPKM, sebaliknya emiten pengembang kawasan industri PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan kenaikan kinerja yang fantastis selama semester I/2021. Dimana perseroan membukukan pendapatan senilai Rp579, 78 miliar. Realisasi itu melesat 129, 53% dari posisi pada semester I/2020 senilai Rp252, 59 miliar.

Selanjutnya, laba bersih tumbuh tenggat 265, 60% secara tahunan menjadi Rp288, 57 miliar dari sebelumnya Rp78, 93 miliar. Marjin laba suci tercatat sebesar 49, 8% atau lebih tinggi dipadankan periode yang sama tahun lalu 31, 3%. Dilihat dari kontributornya, pendapatan dari penjualan yang terdiri daripada industri, perumahan, dan komersial, menanjak 136, 40% year-on-year (yoy) menjadi Rp570, 22 miliar dari sebelumnya Rp241, 20 miliar.

Eksekutif dan Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto membaca, segmen industri masih menolong kontribusi terbesar ke dalam pendapatan perseroan.

Baca Juga:   Rugi Hero Supermarket Barah Jadi Rp550 Miliar

“Pendapatan jalan dari segmen industri dalam semester pertama 2021 ialah sebesar Rp436 miliar atau sekitar 75, 3% lantaran pendapatan usaha, ” ujar Tondy, seperti dikutip Harian Neraca, Jumat (30/7/2021).

Adapun, penjualan dari segmen hunian terpantau terbang signifikan sebesar 414, 46% yoy menjadi Rp100, 63 miliar diikuti penjualan pabrik yang naik 139, 45% yoy menjadi Rp436, 32 miliar. Sedangkan penjualan menguntungkan mengalami kenaikan 13, 09% yoy menjadi Rp33, 26 miliar. Lebih lanjut, total aset emiten Grup Sinarmas ini mengalami kontraksi 4, 09% sejak awal tarikh menjadi Rp6, 47 triliun. Penurunan itu disebabkan oleh berkurangnya ekuitas sebesar 1, 02% menjadi Rp5, 47 triliun dan liabilitas turun 17, 99% menjadi Rp1 triliun.

Tondy menjelaskan, penurunan jumlah aktiva terutama disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas. Posisi kas dan setara kas DMAS per 30 Juni 2021 adalah sejumlah Rp1, 10 triliun, bertambah rendah 20, 1% dibandingkan posisi kas pada agenda 31 Desember 2020 sebesar Rp1, 38 triliun.

Baca Serupa:   IFC Suntik Simpanan Rp451 Miliar ke Biasa Sarana Armada

“Penurunan kas dan setara kas karena perseroan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp313 miliar pada bulan Juni 2021, ” kata Tondy.

Pada tengah pertama tahun 2021, pemasaran produk hunian didominasi oleh penjualan perumahan di klaster hunian Naraya Park. Adapun penjualan produk komersial berpangkal dari penjualan lahan komersial atau commercial lot & produk-produk ruko.

News

Obat Herbal Laris Manis, Sido Muncul Kantongi Laba Rp502 Miliar

Published by:

obat-herbal-laris-manis-sido-muncul-kantongi-laba-rp502-miliar-1

JAKARTA   kepala PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk ( SIDO ) membukukan kenaikan menyaruk bersih sebanyak 21% menjadi Rp 502 miliar dalam paruh pertama 2021 dipadankan periode sama tahun berserakan Rp 413, 79 miliar. Perseroan mengungkapkan, penopang pati peningkatan tersebut berasal daripada pertumbuhan penjualan obat-obatan herbal.

Kata Direktur Sido Muncul, Leonard, penjualan produk perseroan terus bertumbuh di tengah pandemi Covid-19. Produk-produk yang jadi primadona pelanggan adalah Tolak Angin, produk minuman jahe, Vitamin C, Vitamin D, JSH, serta Sambiloto peningkat gaya tahan tubuh.

“Kami berhasil mencetak peningkatan pemasaran sebesar 13% menjadi Rp 1, 65 triliun hingga semester I-2021, dibandingkan kurun yang sama tahun sebelumnya Rp 1, 50 triliun, ”ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Kamis (29/7/2021).

Baca Serupa:   SRAJ, Emiten RS Milik Tahir Raup Laba Bersih Rp68, 1 Miliar

Disampaikannya, peningkatan penjualan tersebut didukung lonjakan penjualan selama kuartal II-2021. Beberapa produk yang membukukan lonjakan volume penjualan adalah produk Tolak Jalan dan produk-produk suplemen maupun vitamin lainya. Peningkata keuntungan, lanjut Leonard, juga dibantu atas kesuksesan perseroan di dalam menciptakan efisiensi, sehingga rasio biaya operasional terhadap pemasaran konsolidasian tetap terjaga di level 19-20%.

Sementara Direktur Utama Sido Muncul, David Hidayat mengutarakan, selama Pemberlakukan Pembatasan Kesibukan Masyarakat (PPKM), permintaan keluaran perseroan tidak berubah menemui perubahan. Bahkan, perseroan berencana menambah kapasitas pabrik dengan rencana mengakuisisi sejumlah instrumen baru dengan kapasitas 20 juta per bulan. Hal yang sama juga dilakukan perseroan pada mesin pembungkus obat yakni Softgel.

Baca Juga:   Emiten Sari Roti Kantongi Laba Rp121, 8 Miliar, Naik 32%

“Untuk memuluskan agenda ini perseroan menyiapkan sedekah sebesar Rp 21 miliar yang bersumber dari menyaruk perusahaan yang sudah mengakar dalam budget sebelumnya, ” kata David.

News

Wapres: Jangankan Jadi Pemain Ijmal, Penuhi Kebutuhan Makanan Legal Kita Masih Impor

Published by:

wapres-jangankan-jadi-pemain-global-penuhi-kebutuhan-makanan-halal-kita-masih-impor-1

JAKARTA – Wakil Kepala Ma’ruf Amin mengungkapkan Nusantara masih mengimpor produk sasaran halal untuk memenuhi hajat masyarakat Muslim di dalam negeri.

“Jangankan sebagai produsen dan menjelma pemain global, untuk memenuhi kebutuhan makanan halal pribumi saja kita masih harus impor, ” kata Wapres dilansir dari Antara, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Menperin Mengekspos Kekuatan Industri Fesyen Muslim Indonesia

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia sedang cukup besar membelanjakan keluaran halal, yakni mencapai USD173 miliar atau 12, 6% dari pangsa pasar buatan makanan halal dunia.

“Indonesia justru menjelma konsumen produk halal terbesar di dunia, menjadi konsumen terbesar dibandingkan dengan negara mayoritas Muslim lainnya, ” tukasnya.

Baca Juga: Erick Thohir Ingin Indonesia Jadi Pembuat Halal Nomor 1 Dunia

Indonesia bahkan juga belum bisa mengoptimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan industri produk halal di dalam jati. Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan potensi tersebut di pabrik produk halal seperti Malaysia, kata Wapres.

“Kita belum mampu memakai potensi secara optimal seolah-olah Malaysia, bahkan Brasil dengan Muslim minoritas, utamanya pada menjadikan dirinya sebagai pembuat makanan halal terbesar pada dunia, ” jelasnya.

(kmj)

News

Gajah Investasi Kaji Dampak Praktisi Asing yang Tinggalkan Indonesia

Published by:

menteri-investasi-kaji-dampak-pekerja-asing-yang-tinggalkan-indonesia-1

JAKARTA – Pelaku asing di Indonesia balik ke negaranya karena jumlah kasus positif di pada negeri yang cukup mulia.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengkaji hasil keluarnya tenaga asing dengan pulang ke negara asalnya. Seperti pekerja Jepang dengan sudah tinggalkan Indonesia.

Baca Juga:   Indonesia-Singapura Selesaikan 6 Golongan Kerja soal KEK had Investasi

“Saya belum bisa tanggungan sekarang harus tanyakan ke mereka apa masalah dan solusi yang dibuat. Tolong kasih kami kesempatan kurang untuk deteksi perusahaann mana saja yang tenaga yang lain balik, ” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (27/7/2021)

Dia mengesahkan setiap perusahaan yang memulangkan pekerjanya ke negara Asalnya dikarenakan adanya dinamika yang harus dijalankan.

Baca Juga:   Realisasi Investasi Rp233 Triliun di Kuartal II-2021, Terangkat 16%

“Kita akui setiap perusahaan yang sedang jalankan operasi ketika sebagian tenaga pandai pulang pasti ada semangat dalam percepatan pekerjaan serta dinamika harus kita bagaimna memediasi mereka bisa diselesaikan dan apakah ada dampaknya di kuartal III, ” katanya.

News

Mayora Indah Tebar Dividen Rp1, 1 Triliun, Ini Jadwalnya

Published by:

mayora-indah-tebar-dividen-rp11-triliun-ini-jadwalnya-1

JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan ( RUPST ) PT Mayora Cantik Tbk (MYOR) memutuskan membagikan dividen Rp 56 mulai saham senilai Rp 1, 16 triliun. Dividen tersebut setara 55% dari faedah bersih perseroan pada 2020 yang tercatat Rp 24, 5 triliun.

“Dividen akan dibagikan di dalam 13 Agustus 2021 pada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada agenda 4 Agustus 2021, ”kata Direktur Keuangan PT Mayora Indah Tbk, Hendrik Polisar di Jakarta, seperti dikutip Harian Neraca, Senin (26/7/2021).

Disampaikannya, pemegang saham menyetujui pembagian dividen secara total mencapai Rp1, 16 triliun. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2020 perseroan menerbitkan penjualan sebesar Rp 24, 5 triliun dengan laba bersih Rp 2 triliun. Sementara periode Januari hingga April 2021, perseroan berhasil membukukan penjualan Rp9, 8 triliun, atau meningkat 26, 5% dibandingkan periode yang serupa pada tahun lalu.

Baca Selalu:   Investor Dapat Cuan, Elnusa Tebar Dividen Rp74 Miliar

“Meski masih di lembah bayang-bayang pandemi, perolehan menyaruk kami relatif stabil semasa dibandingkan periode yang pas. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi perolehan laba dibanding selisih kurs yang tak sebesar tahun lalu, ” kata Hendrik

Hendrik menambahkan, pada tahun ini perseroan menargetkan kemajuan penjualan sebanyak 10, 3% atau menjadi Rp27 triliun dibandingkan dari realisasi tarikh lalu senilai Rp24, 47 triliun. Selanjutnya, laba nista ditargetkan naik 8% menjelma Rp7, 88 triliun, faedah usaha diperkirakan naik tujuh, 2% menjadi Rp3, 03 triliun, dan laba terang bisa tumbuh 1, 9% menjadi Rp2, 13 triliun.

“Angka proyeksi ini merupakan angka yang cukup realistis untuk dicapai perseroan, ” kata Hendrik.

Mengaji Juga:   Pendapatan CGV Anjlok, Bagaimana Nasib Usaha Bioskop di Masa Covid-19?

Penasihat Utama Mayora Indah, Andre Sukendra Atmadja menambahkan prediksi kinerja perseroan pada 2021 ini memang dibuat konservatif setelah melihat perkembangan pandemi Covid-19 secara global maupun domestik. Dia menunjukkan kira-kira negara sudah kembali mengetatkan pembatasan sosial seperti dalam India dan Indonesia. Bahkan, dil Filipina kini telah kembali diberlakukan lockdown.

“Melihat pandemi tersebut kami cenderung konservatif buat mengatur kegiatan perseroan, ” tutur Andre.

News

Vaksinasi Pelaku UMKM Dipercepat

Published by:

vaksinasi-pelaku-umkm-dipercepat-1

JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong percepatan program vaksinasi bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Percepatan vaksinasi dalam rangka mencapai herd immunity atau kekebalan ikatan sekaligus meningkatkan kinerja di pemulihan ekonomi pasca kritis pandemi COVID-19.

Menkop UKM mengakui bahwa saat ini Indonesia cukup mengalami tantangan dalam menghadapi pandemi yang dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian sangat terasa.

Baca Juga: Desain Pemulihan Ekonomi, Ketua OJK Ajak Alumni UNS Sukseskan Program Vaksinasi

“Kami akan terus mendukung aneka program vaksinasi di seluruh Indonesia. Pertama, bagi para pelaku UMKM, ” ucap Teten dilansir dari Antara, Minggu (25/7/2021).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut angka kematian Covid-19 meningkat disebabkan beberapa faktor. Salah satunya pasien menderita komorbid ataupun belum menerima vaksin.

Baca Pula: Menag: Program Vaksinasi Merupakan Penjabaran Ajaran Agama

Faktor asing adalah kapasitas rumah lara (RS) yang sudah penuh, pasien ketika datang saturasinya sudah memburuk, hingga wafat karena tidak terpantau era melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Dari hasil penelitian tim dalam lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor, kapasitas RS yang sudah lengkap, pasien yang ketika sampai saturasinya sudah buruk, dan meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah, ” perkataan Luhut.