News

Edhy Prabowo Jadi Tersangka, Hashim Djojohadikusumo Buka-bukaan soal Ekspor Benih Lobster

Edhy Prabowo Jadi Tersangka, Hashim Djojohadikusumo Buka-bukaan soal Ekspor Benih Lobster

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo tersandung kejadian korupsi ekspor benih ekspor. Edhy diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu setelah pulang dari Amerika Serikat di Bandara Soekarno Hatta.

Namun ternyata jauh sebelum kasus tersebut, sempat ada anggapan praktik kronisme terkait ekspor benih lobster. Mengingat, dari beberapa perusahaan yang ditunjuk sebagai eksportir, ada salah kepala perusahaan milik kader Gerindra & yang berafiliasi dengannya.

Salah satunya adalah eskportir PT Bima Makbul Mutiara. Pada posisi jajaran Lembaga Komisaris perusahaan tersebut ada nama adik dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo.

Baca Juga:   Ekspor Benih Lobster Dihentikan karena Tidak Untungkan Negara

Perusahaan ini pula menempatkan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo jadi Direktur Utama. Rahayu merupkan ananda dari Hashim atau keponakan sebab Prabowo Subianto.

Saat dikonfirmasi Rahayu memang memgaku mau menunggu kasus kepastian dari kasusnya.

“Saya juga masih menunggu kepastian soal kasusnya gerangan, ya kan. Tetapi kita belum ada instruksi dan belum ada kabar, ” ujarnya belum periode ini.

Menyuarakan Juga:   Menko Luhut Rangkap 3 Jabatan Menteri Ad Interim, dari ESDM hingga Lobster

Sementara itu, jauh-jauh hari sebelumnya, Adik dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo sempat buka suara terkait tuduhan praktik kronisme terkait ekspor benih lobster. Tuduhan tersebut mencuat setelah perusahaannya mendapat izin untuk melakukan budidaya dan ekspor benih lobster.

Menurut Hashim yang dituduhkan oleh beberapa pihak terkait praktik KKN sama sekali tidak benar. Karena seluruh cara dan pemilihan perusahaan yang memperoleh izin budidaya tersebut sudah cocok prosedur.

“Semua yang dituduhkan ke saya itu tidak benar, ” ucapnya beberapa waktu lalu.

Hashim berkisah, perusahaannya sudah melakukan ekspor semenjak tahun 1986. Namun saat tersebut barang yang diekspor adalah mutiara.

“Keluarga saya telah bergerak di bidang kelautan 34 tahun. 34 tahun 1986 ekspor pertama kami itu mutiara itu 89. 31 tahun lalu. Kami beururusan dengan Kementerian Kelautan itu sudah berapa dasawarsa. Badan karantina kita mau kirim mutiara kita suntik siput diatur oleh aparat Kementerian Kelautan sekarang, ” jelasnya.