News

Erick Thohir Suntik Rp500 Miliar ke ITDC untuk KEK Mandalika, Bagi Apa?

Erick Thohir Suntik Rp500 Miliar ke ITDC untuk KEK Mandalika, Bagi Apa?

JAKARTA porakporanda PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mendapatkan suntikan dana sebesar Rp500 Miliar dari Pemerintah. Suntikan modal berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) ini tertuang dalam Agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kelanjutan Covid-19.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan, suntikan dana Rp500 miliar ini akan digunakan untuk pengerjaan proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dana tersebut nantinya akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang di KEK Mandalika.

  Baca pula: Pelaku Usaha di KEK Bisa Bebas Pajak dan atau Retribusi Daerah

Sebut saja seperti pembangunan drainase sejumlah Rp7, 1 miliar, kemudian buat pekerjaan tanah dengan anggaran sebesar Rp28, 7 miliar. Lalu PMN juga akan digunakan untuk Perkerasan non aspal dengan anggaran sebesar Rp45, 8 miliar.

Selanjutnya ada pekerjaan perkerasan aspal yang menelan anggaran sebesar Rp314, 21 miliar, sedangkan untuk struktur sebesar Rp99, 5 miliar. Lalu yang terakhir adalah pengembalian kondisi dan pekerjaan minor sejumlah Rp4, 4 miliar.

  Baca juga: Presiden Jokowi Teken PP soal Fasilitas dan Kemudahan di KEK

“Nah di sini yang menjadi concern kami tersedia proyek yang masih on going di Mandalika, ” ujarnya pada rapat dengar pendapat dengan Bayaran VI DPR, Rabu (24/6/2020).

Menurut Abdulbar, PMN ini sangat penting untuk melanjutkan proyek KEK Mandalika ini. Memikirkan jika menggunakan dana dari simpanan perseroan, keuangan perusahaan plat abang ini bisa minus.

  Baca juga: Menko Airlangga: KEK Galang Batang Cepat Olah Bauksit Jadi Alumina

Mengingat, perusahaan menjadi salah satu yang menyesatkan terdampak karena core bisnisnya yaitu di sektor pariwisata. Karena 90% pendapatan perusahaan berasal dari pengelolaan kawasan wisata Nusa Dua Bali.

“Begitu cashflow kami mencapai titik yang tidak bisa di-sustain, kami khawatir seluruhnya. Karena ini kan pendapatan 90% masih dari Nusa Dua. Oleh sebab itu ini hal yang membuat ana harus melakukan permohonan untuk PMN tahun 2020 ini. Karena mampu dilihat bahwa di akhir 2020 kami menjadi minus, ” jelasnya.

Sementara tersebut, jika perseroan mendapatkan PMN, oleh karena itu saldo akhir perseroan diproyeksikan sebesar Rp384 miliar. Sehingga pada tarikh depan, saldo akhir Rp56 miliar dan masih bisa bertambah.

“Sedangkan jika awak diizinkan untuk mendapatkan PMN sejumlah Rp500 miliar di tahun 2020, kami bisa menyelesaikan proyek dan juga tidak mengganggu cashflow awak. Karena cashflow kami masuk ke seluruh investasi di Mandalika, ” jelasnya.

(rzy)

Loading…