News

Faedah BNI Anjlok 41% Jadi Rp4, 4 Triliun di Semester I-2020

Faedah BNI Anjlok 41% Jadi Rp4, 4 Triliun di Semester I-2020

JAKARTA PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk merekam laba bersih yang diperoleh perseroan sepanjang semester I-2020 sebesar Rp4, 46 triliun. Capaian tersebut mendarat bila dibandingkan periode yang sepadan tahun lalu.

“Angka ini menurun 41, 54% dengan yoy jika dibandingkan dengan semester I 2019 sebesar Rp7, 63 triliun, ” ucap Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati dalam konferensi pers virtual Landasan Kinerja BNI Semester I-2020 di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Menyuarakan Juga:   Maria Lumowa Ditangkap, BNI: Selesaikan hingga Tuntas

Sementara itu, Penasihat Keuangan Sigit BNI Prastowo menuturkan, restrukturisasi di tengah pandemi Covid-19 juga menyebabkan pendapatan bunga BNI menurun.

“Banyak debitur atau nasabah terdampak Covid-19 dengan meminta penundaan pembayaran pokok serta bunga. Kedepannya, kita prediksi proyeksi profit akan tergerus cukup istimewa dari restrukturisasi dan pemburukan status aset akibat Covid-19. Laba mau kami jaga tetap positif, namun targetnya tidak akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, ” ungkap Sigit.

Lihat Juga:   Maria Lumowa Ditangkap, BNI Apresiasi Penegak Hukum Ciduk Tersangka

Sementara itu, pertumbuhan aset BNI ditopang oleh tumbuhnya dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11, 3% yoy menjadi Rp662, 38 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan ODAIE sebagai prioritas utama untuk memperbaiki cost of fund yang cukup signifikan dari 3, 2% menjadi 2, 9%. Ini yang membuat kita bisa menjaga NIM kita ada di level di arah 4%, ” ucap Sigit.

(fbn)

Loading…