News

Garuda Indonesia Didenda Rp1 Miliar, Dirut Bereaksi

garuda-indonesia-didenda-rp1-miliar-dirut-bereaksi-1

JAKARTA – Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra angkat bicara mengenai putusan KKPU dengan menjatuhi denda Rp1 miliar kepada Garuda Indonesia.

Saat ini Garuda Indonesia juga akan meneliti hasil putusan persidangan tersebut untuk mempertimbangkan langkah hukum yang akan ditempuh secara senantiasa mengedepankan prinsip kejernihan dan akuntabilitas.

“Dapat kami sampaikan juga bahwa putusan KPPU tersebut merupakan tindak lanjut lantaran dugaan praktik diskriminasi kepada mitra penjualan tiket umrah pada tahun 2019 berserakan, ” ujar Irfan dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Sabtu (10/7/2021).

Baca Juga:   Waduh, Garuda Indonesia Didenda Rp1 Miliar 

Irfan menambahkan, dengan berkesinambungan guna memperkuat ekosistem industri penerbangan yang segar, Garuda Indonesia juga sudah melakukan penyesuaian skema usaha penjualan tiket umrah semenjak akhir tahun 2019 berserakan, di mana seluruh penyedia jasa perjalanan umrah dengan telah memiliki izin formal dari otoritas terkait mampu menjadi mitra usaha penjualan tiket penerbangan Garuda Nusantara untuk perjalanan umrah.

“Kami tentunya menyadari bahwa iklim usaha dengan sehat akan menjadi pondasi penting dalam upaya penambahan daya saing industri penerbangan pada umumnya, termasuk ana sebagai pelaku industri penerbangan nasional, ” kata tempat.

Dia mengantarkan, Garuda Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menjunjung tinggi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam praktik metode kelola Perusahaan, khususnya di tengah tantangan industri penerbangan pada situasi pandemi era ini yang berdampak istimewa terhadap kinerja Garuda Nusantara.

Sebelumnya, Premi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar kepada Garuda Nusantara. Perkaranya, maskapai penerbangan pelah lidah merah terbukti melakukan praktik diskriminasi terkait pemilihan pacar penjualan tiket menuju & dari Jeddah dan Madinah.