News

Harga Minyak Mentah Naik 1%

Harga Minyak Mentah Naik 1%

JAKARTA – Harga minyak mentah terangkat sekitar 1% lebih tinggi di dalam perdagangan Jumat (20/11/2020) waktu setempat. Kenaikan tersebut membuat harga minyak naik 3 minggu berturut-turut.

Kenaikan tersebut dibantu oleh uji coba vaksin Covid-19 yang berhasil. Sementara lockdown balik terjadi di beberapa negara buat membatasi penyebaran virus corona membatasi keuntungan.

  Baca pula: Harga Minyak Tergelincir, Investor Khawatir Akan Prospek Permintaan

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (21/11/2020), minyak mentah Brent berjangka naik 76 sen, atau 1, 7% menjadi menetap di USD44, 96 per barel. Kontrak patra mentah US West Texas Intermediate (WTI) Januari yang lebih aktif naik 52 sen atau 1, 2% menjadi $ 42, 42 per barel. Kontrak WTI untuk Desember naik 41 sen ataupun 1%, menjadi USD42, 15 per barel.

Ke-2 benchmark naik sekitar 5% minggu ini.

Harapan vaksin Covid-19 yang efektif sudah mendukung pasar minyak minggu ini. Pfizer Inc mengatakan akan mengajukan permohonan kepada regulator kesehatan GANDAR pada hari Jumat untuk otoritisasi penggunaan darurat vaksinnya, aplikasi mula-mula dalam langkah besar untuk menyerahkan perlindungan terhadap virus corona mutakhir.

  Baca juga: Harga Minyak Naik 1% saat Ada Harapan OPEC+ Tunda Peningkatan Produksi

“Terlepas dari kenyataan bahwa di kenyataannya perlu waktu untuk melaksanakan kampanye vaksin global, saat permintaan minyak akan menurun, berita tentu setiap hari tentang pengiriman vaksin, ” kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak Rystad Energy.

Juga meningkatkan hati adalah harapan bahwa Organisasi Negeri Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia serta produsen lain akan menjaga buatan minyak mentah. Grup yang lumrah sebagai OPEC + itu diperkirakan akan menunda peningkatan produksi yang direncanakan.

OPEC +, yang bertemu pada 30 November dan 1 Desember, cukup mencari opsi untuk menunda setidaknya tiga bulan dimulai Januari pengurangan penurunan 7, 7 juta barel per hari (bph) mereka kira-kira 2 juta barel per hari.