News

Indonesia Dapat Jatah 53, 6 Juta Vaksin Covid-19

Indonesia Dapat Jatah 53, 6 Juta Vaksin Covid-19

JAKARTA – Pemerintah mencatat Indonesia telah ditetapkan jadi negara yang memenuhi syarat dengan kategori Advance Market Commitment (AMC) dalam kerangka Gavi Covax Facility. Dengan begitu, Indonesia akan menebus vaksin sebesar 20% dari mutlak jumlah penduduk atau sekira 53, 6 juta vaksin (jumlah penduduk Indonesia 268 juta).

Menteri Luar negeri (Menlu) Retno Marsudi menyebut, dalam skema pembiayaan AMC, Indonesia akan memperoleh vaksin sebesar 20% dari jumlah penduduk, di mana di dalamnya hendak ada bantuan keringanan finansial mencuaikan mekanisme Official Development Assistance (ODA).

Baca Juga: Harga Vaksin Covid-19 di RI Bisa Lebih Murah

“Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu negara yang memenuhi syarat negeri dengan kategori advance market commitment dalam kerangka Gavi Covax Facility. Indonesia akan memperoleh vaksin sebesar 20% dari jumlah penduduk, di mana di dalamnya akan tersedia bantuan keringanan finansial melalui metode ODA satu Official Development Assistance, ” ujar Retno dalam Penandatangan Nota Kesepahaman Indonesia dan UNICEF, Rabu (16/9/2020).

Gavi merupakan organisasi internasional yang menegosiasikan dan mendanai vaksin untuk negeri berpenghasilan rendah serta menengah. Nusantara menjadi salah satu negara dengan dibantu Gavi.

Baca Juga: Soal Vaksin Covid-19, Erick Thohir: Kita Negara Paling Agresif

Gavi telah merancang skema pembiayaan AMC untuk menjamin akses yang cepat dan merata secara global kepada vaksin Covid-19. Lembaga ini bermitra dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, Bank Dunia (World Bank) dan Bill dan Melinda Gates Foundation.

Karena itu, pemerintah terus membangun komunikasi dengan intensif dengan Gavi. Retno mengutarakan, komunikasi tersebut juga menyangkut zaman ketersediaan dan harga vaksin buat Indonesia.

“Perkiraan kita vaksin lewat jalur multilateral itu akan tersedia di tahun 2021. Yang pasti dengan bantuan financial ODA diharapkan harga vaksin hendak lebih murah dibanding mekanisme yang lain, ” kata dia.

Semua ikhtiar pemerintah mau dijalankan baik jalur pendek mencuaikan lembaga multilateral dan jangka lama melalui vaksin merah putih. Secara langkah itu, lanjut Retno, jalan yang dilakukan melalui kerjasama dengan banyak pihak baik dalam & luar bukan lagi menjadi alternatif melainkan sebuah keharusan agar mampu menangkal dan melawan Covid-19 dalam negeri.

(kmj)