News

Industri Benang Jahit Tetap Cuan saat Covid-19, Apa Rahasianya?

Industri Benang Jahit Tetap Cuan saat Covid-19, Apa Rahasianya?

JAKARTA kacau Dalam industri tekstil, benang menjadi salah satu industri di Indonesia yang berdiri dengan kokoh. Meskipun diterpa pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Sanda Wahono Saputra mengatakan, ada kaum alasan yang kemudian menopang berdirinya bisnis ini meski pandemi Covid-19 masih berjalan.

  Membaca juga: Kiat Bisnis Waralaba agar Kuat Lawan Covid-19

“Jadi, perusahaan kami kan spesifik di produk benang jahit. Market untuk benang jahit tersebut selalu ada, permintaannya selalu ada, dan di Indonesia pun, hanya sedikit pemain yang bergerak pada produksi benang jahit ini, ” ungkap Wahono dalam IDX Channel Live di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Dia mengatakan, perusahaannya terus beradaptasi dengan bermacam-macam permintaan customer. Untuk benang kelim, tantangannya terletak pada aneka langgam warna yang harus disesuaikan dengan kain atau produk yang hendak diproduksi.

  Baca juga: Tren Bisnis Waralaba Jadi Populer di Indonesia

“Sekarang untuk benang jahit, fasilitas produksinya sudah sempurna mulai dari pewarnaan hingga finishing. Semua kami lakukan dari privat. Dan aplikasi benang jahit tersebut bisa digunakan untuk beragam keluaran, bisa baju, jeans, karpet, jok mobil, dan yang lainnya, ” ucap Wahono.

Sambung Wahono menambahkan, perusahaannya betul concern dengan kestabilan dan ketersediaan warna, serta seberapa cepat pabriknya memproduksi request warna baru dengan belum pernah diproduksi sebelumnya. Masa ini, perusahaannya sudah memiliki lab warna dan bisa mencetak warna yang akurat.

  Baca juga: Masker Scuba dan Buff Dilarang di KRL, Pedagang: Penjualan Turun

“Yang paling penting dalam produk benang jahit adalah keefisienan penggunaannya, apakah dia bisa selesai atau panas saat bergesekan secara jarum. Jadi kami melakukan riset supaya benang tidak mudah rampung dan tidak panas saat bergesekan dengan jarum, ” imbuhnya.

Wahono juga mengucapkan bahwa ada kalanya dia menangani permintaan khusus atau produk dengan dikembangkan secara khusus untuk customer tertentu. Terlebih, PT Sanda bergerak 100% di Indonesia, dari tanah Sumatera hingga Papua.

“Karakter customer tiap praja dan pulau berbeda, ada kejadian yang lebih diperhatikan oleh satu segmen customer tertentu, misal sejak pulau tertentu ada yang sering benangnya lebih panjang daripada customer pulau lain, ” tuturnya.

(rzy)