News

Kemendag Blokir 2. 453 Keluaran dan Jasa Cetak Kartu Vaksin

kemendag-blokir-2-453-produk-dan-jasa-cetak-kartu-vaksin-1

JAKARTA kepala Kementerian Perdagangan ( Kemendag ) bekerjasama dengan Asosiasi E-Commerce Nusantara (idEA) telah melakukan pengawasan perdagangan jasa pencetakan surat vaksin secara daring dengan ditawarkan di lokapasar. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pelestarian Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) telah melakukan cara penurunan (take down) tautan tersebut dan memblokir kata pendahuluan kunci (keyword) yang menyimpan frase “sertifikat vaksin”, “jasa cetak vaksin”, dan sejenisnya.

“Sejauh ini sudah dilakukan pemblokiran sebanyak 137 kata kunci (keywords) dan 2453 produk dan jasa pencetakan kartu vaksin. Kemendag mengajak konsumen bertambah hati-hati dalam bertransaksi elektronik, khususnya dalam memercayakan petunjuk pribadi untuk mencetak kartu vaksin demi keamanan konsumen itu sendiri, ” jelas Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono dalam keterangan tertulis yang diterima MNC News Portal, Jakarta, Minggu (15/8/2021).

Kegiatan pencetakan kartu vaksin memungkinkan melanggar sah konsumen yang diatur pada Pasal 4 huruf a, Undang-Undang No 8 tarikh 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang mengatur menghantam hak konsumen atas kedamaian, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau uluran tangan.

Menangkap Juga:   Kemendag Bahan Tindak Tegas Penjual Uluran tangan Cetak Kartu Vaksin pada Marketplace

Selain itu, juga tertuang dalam Pasal 10 huruf c UUPK yang melarang pelaku usaha untuk menawarkan, mempromosikan, mengiklankan atau menghasilkan pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai suasana, tanggungan, jaminan, hak ataupun ganti rugi atas sepadan barang dan/atau jasa.

Baca Juga:   4 Fakta Hadir Mal Harus PCR/Antigen, Mendag Ingin Orang Sehat

Penawaran pelaku usaha pencetakan kartu telah vaksin Covid-19, yang tak menyebutkan risiko terhadap awal data pribadi dapat dikategorikan penawaran yang menyesatkan & mengakibatkan konsumen menyerahkan petunjuk pribadi tanpa mengetahui efek yang dapat timbul.