News

Menperin Beberkan Bukti Pelaku Industri Sifat Hadapi Covid-19

Menperin Beberkan Bukti Pelaku Industri Sifat Hadapi Covid-19

JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pelaku industri di dalam negeri masih punya semangat buat menghadapi tantangan yang timbul sejak pandemi Covid-19 dan gejolak perekonomian global.

“Ini terlihat dari sektor industri dengan akan mewujudkan kemandirian Indonesia pada menanggulangi penyakit seperti industri peralatan medis dan barang habis pakai (medical devices and consumables), ” ujarnya seperti dilansir keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Mengaji Juga:   Menperin Sebut Kedudukan Industri RI Mirip dengan India 

Pada industri peralatan medis serta barang habis pakai, potensi Indonesia saat ini memiliki kapasitas penerapan mencapai 3 juta buah masker N95 dan sebanyak 4, 7 miliar buah masker bedah bola lampu tahun, yang diproyeksi mampu memenuhi konsumsi domestik sebesar 172, 2 juta per tahun

Industri nasional juga telah mampu memproduksi massal maka 648 juta buah produk hazmat untuk memenuhi konsumsi domestik tahunan yang diperkirakan mencapai 11, 3 juta buah. Artinya, industri nasional tidak hanya mampu memenuhi penggunaan lokal, tetapi juga dapat memenuhi permintaan pasar dunia. “Ini menutup kemampuan kita yang sudah bisa memenuhi permintaan domestik masker kain dan surgical gown, ” katanya.

Bahkan, beberapa produk hazmat produksi dalam kampung telah lulus uji skala internasional American Association of Textile Chemists and Colorists (AATCC) Standards; AATCC 42 (uji dampak air) dan AATCC 127 (uji tekanan hidrostatik), serta standar internasional untuk perlindungan menyeluruh terhadap bahaya biologis dan cairan (ISO 16604 level 2). “Hingga saat ini, enam daripada 16 produsen dalam negeri telah disertifikasi dan bersiap untuk mengekspor dan memenuhi permintaan global, ” ungkap Agus.

 

Baca Juga: Menperin Minta Industri yang Beroperasi Laporkan Aktivitas

Tengah, untuk industri ventilator, saat tersebut perusahaan lokal sedang menyiapkan buatan massal untuk alat bantu fotosintesis tipe darurat pada pertengahan Juli 2020. Sementara itu, produksi untuk ventilator tipe ICU akan dikerjakan pada akhir Juli 2020.

“Kami sangat bangga atas capaian itu, karena membuktikan bahwa dalam pembuatan ventilator tersebut, industri dalam negeri dapat membikin secara lokal semua komponen mekanik dengan kandungan lokal hingga 80%, ” paparnya.

Loading…