News

Menperin Pacu Produktivitas Industri perlu Pulihkan Ekonomi

menperin-pacu-produktivitas-industri-demi-pulihkan-ekonomi-1

JAKARTA – Kementerian Perindustrian berniat aktivitas sektor industri manufaktur agar tetap berproduksi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dengan melancarkan arus logistik.

“Industri merupakan motor penggerak bagi perekonomian Indonesia. Produktivitasnya akan tetap dipacu untuk memenuhi keinginan pasar domestik dan ekspor sehingga mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19, ” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir dari Antara, Senin (10/5/2021).

Baca Juga: Tarik Investasi, Bahlil Mau Sulap Proyek Ikan Patin Lewat Teknologi

Kemenperin, lanjutnya, juga mendorong kegiatan sektor industri dapat berjalan lancar, termasuk dalam bagian arus logistiknya. Hal ini untuk mengantisipasi dampak pembatasan sejumlah jalan akibat penghapusan mudik tahun ini jadi upaya pencegahan dan membunuh rantai peyebaran Covid-19.

“Kami telah menyelenggarakan koordinasi dengan pihak terpaut, seperti Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan asosiasi industri, agar dapat menghindari dan meminimalkan kemacetan sehingga aliran logistik sektor pabrik berjalan baik dan tak menghambat perjalanan pekerja menuju beberapa kawasan industri, ” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko S. A. Cahyanto.

Baca Pula: Investor Lirik ‘Harta Karun’ RI, Investasi Panas Dunia Rp58 Triliun Siap Menghunjam

Dia menyebutkan sejumlah usulan dengan disampaikan Kemenperin, antara lain dilakukannya penyaringan pemeriksaan atau pemisahan jalur kendaraan umum dan pengangkut logistik. Berikutnya, untuk truk pengangkut penyediaan dan bis pekerja, mampu dikecualikan dalam pemeriksaan dokumen.

“Kami pula memberikan opsi untuk mengasak lokasi penyekatan untuk bertambah mundur ke wilayah Cikampek atau perbatasan Karawang & Purwakarta, ” ungkapnya.

Sebab, pada enam Mei lalu, penyekatan pada KM 31 dan KM 47 ruas tol Jakarta-Cikampek membuat kemacetan yang cukup panjang.