News

Menyekat Covid-19, Disinfeksi Bisa Menghunjam ke Anggaran Perawatan Gedung

cegah-covid-19-disinfeksi-bisa-masuk-ke-anggaran-perawatan-gedung-1

JAKARTA – Bangunan gedung saat ini tak hanya wajib memperhatikan keandalan dan kesehatan bangunan daripada hama serangga, tetapi serupa dari bakteri dan virus. Oleh karena itu, desinfeksi lingkungan menjadi salah utama alternatif mengendalikan penyebaran Covid 19 di gedung.

Hanya saja kegiatan ini memerlukan dukungan regulasi karena perlu ditinjau balik dan diberlakukan sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini.

Mengucapkan Juga:   Alasan Orang Tajir Jual Rumah dalam Menteng dan Pondok Cantik

“Di negara maju seperti Amerika, kegiatan desinfeksi lingkungan telah menjadi kebutuhan di daerah swasta baik untuk perkantoran hingga pergudangan dan lain-lain, begitu juga untuk gedung pemerintahan maupun residential (pemukiman), ” kata Praktisi Pest Control Boyke Arie Pahlevi, dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, diperlukan regulasi dengan tepat agar upaya menekan penyebaran Covid dan pencegahannya bisa efektif. Kementerian PUPR pun dapat merevisi Permen PUPR No. 24 tarikh 2008 Tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung, agar kegiatan desinfeksi dunia masuk ke dalam petunjuk.

Mengucapkan Juga:   Orang Menyesatkan Banyak Cari Rumah dalam Jakarta Mengadukan

“Regulasi ini penting dan bisa menjadi petunjuk bersama, terlebih untuk saat seperti ini di masa kita memerangi virus, ” kata Boyke.

Sementara itu, Guru Tinggi Kesehatan Lingkungan UIN Jakarta, Prof Dr. Arif Sumantri yang juga Ketua Ijmal Himpunan Ahli Kesehatan Dunia Indonesia (HAKLI) mendukung adanya revisi Permen PUPR tersebut. Menurutnya, desinfeksi lingkungan adalah upaya pencegahan pada suatu lingkungan terutama pada medium fisik bangunan agar bisa diantisipasi pada faktor pencegahan dari risiko kontaminasi maupun infeksi agent biologis.