News

Negosiasi Pabrik Baterai Listrik Liibatkan Konsultan Asing? Ini Kata pendahuluan Bahlil

negosiasi-pabrik-baterai-listrik-liibatkan-konsultan-asing-ini-kata-bahlil-1

JAKARTA berantakan Menteri Investasi/Kepala Badan Penyelarasan Penanaman Modal ( BKPM ) Bahlil Lahadalia menyebut proses permufakatan hingga terealisasinya pembangunan kilang baterai kendaraan listrik pertama di Tanah Air dikerjakan tanpa melibatkan konsultan langka.

“Deal bisnis senilai USD9, 8 miliar atau setara Rp142 triliun itu tanpa melibatkan konsultan asing. Itu dilakukan seutuhnya oleh putra putri marga terbaik kolaborasi antara departemen teknis dan Kementerian Investasi, ” katanya dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Baca Selalu:   Bahlil: Negara Tetangga Tak Ingin Indonesia Oleh karena itu Produsen Baterai Mobil Listrik Negeri

Pemerintah berhasil mengantongi investasi senilai total USD9, 8 miliar untuk proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan Korea Selatan. Pada tahap awal, konsorsium Hyundai, LG Energy Solution dan KIA membentuk perusahaan patungan secara PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) telah memulai pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik (EV) di Karawang, Jawa Barat, senilai USD1, 1 miliar.

Bahlil menjelaskan pemerintah telah mencanangkan pengembangan industri organ listrik dan baterai listrik sejak 2019.

Baca Juga:   Pabrik Baterai Mobil Elektrik RI Ngolah dari Profesional Sendiri, Jadi Pertama di Negeri

Selanjutnya, pada November 2019, pemerintah Indonesia melakukan kata sepakat dengan Hyundai terkait perluasan rencana tersebut. Kendati pandemi melanda, pembangunan pabrik organ konvensional dan kendaraan listrik Hyundai terus berjalan sepanjang 2020.