News

Pikiran Terbuka dengan Aktivis Cipayung, Kepala BKPM Beberkan Manfaat UU Ciptaker

Pikiran Terbuka dengan Aktivis Cipayung, Kepala BKPM Beberkan Manfaat UU Ciptaker

JAKARTA – Kepala Badan Penyelarasan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Undang-Undang Membangun Kerja memiliki kebaikan menciptakan pelaku usaha baru di kalangan mahasiswa. Mengingat, para karakter usaha dari kalangan mahasiswa sedang sangat rendah sekali.

Berdasarkan hasil surveinya pada 2015 lalu, ada 5, 7 juta orang mahasiswa D3 dan S1. Dari jumlah tersebut hanya 3% saja yang berkeinginan untuk menjelma pengusaha ketika lulus.

Menangkap Juga:   Sri Mulyani Bilang UU Cipta Kerja Untungkan Anak buah

Sementara 83% memiliki kecenderungan ingin menjadi pegawai. Dan 14% sisanya memiliki kehendak untuk menjadi politis dan pula bergabung dengan LSM.

Menurut Bahlil, alasan kecilnya minat mahasiswa untuk menjadi pengusaha merupakan karena perizinan yang begitu sulit. Oleh karena itu, dengan UNDANG-UNDANG Cipta Kerja, memberikan ruang pada mahasiwa untuk menjadi pelaku cara

“Kenapa tidak bisa jadi pengusaha karena jujur izinnya susah, kalau bukan anaknya pejabat susah untuk jadi pengusaha sebab daerah. UU ini memberikan ruang yang cukup bagi teman-teman mahasiswa yang mau jadi kuliah buat jadi pengusaha, ” ujarnya pada acara debat terbuka dengan Mahasiswa Cipayung Plus, Rabu (4/11/2020).

Bagi mahasiswa yang ingin menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan dimanjakan dengan kemudahan. Karena perizinan untuk mendirikan usaha UMKM sangat semoga.

Sebelum adanya UU Cipta Kerja, perizinan untuk UMKM membutuhkan biaya yang maha & prosedur yang belibet. Sebagai cerita, untuk mendapatkan izin, pelaku UMKM harus membayar uang Rp7 juta.

Baca Juga:   Ditantang Debat UU Ciptaker, Kepala BKPM: Saya Siap Menyambut

Izin UMKM kalau bikin perusahaan dengan izin-izinnya minimal 7 juta, disaat berbenturan selalu dijadikan komoditas politik setiap pemilihan, tapi jujur saya katakan kita belum berpihak kepada UMKM. Dengan UU ini, cukup dengan satu lembar, biayanya sangat melimpah sekali, ” jelas Bahlil.

Selain itu, lanjut Bahlil, mahasiswa yang ingin mendirikan UMKM juga akan mendapatkan akses perbankan. Sebagai gambaran, saat ini total kredit yang diberikan perbankan ialah Rp6. 000 triliun. Dari jumlah tersebut ada sekitar 18, 7% atau setara Rp1. 127 triliun saja pelaku UMKM yang mendapatkan akses kredit perbankan.

“Kenapa? Karena mereka bukan UMKM formal alias informal modal UMKM minimal Rp5 juta izinnya Rp7 juta. Ini tidak adil. Makanya UU ini diberikan ruang sebesar-besarnya untuk UMKM, ” jelasnya.