News

Sri Mulyani: Kenaikan Cukai Bisa Tekan Rokok Ilegal

Sri Mulyani: Kenaikan Cukai Bisa Tekan Rokok Ilegal

JAKARTA – Pemerintah terus memerangi rokok ilegal dengan menangkap 8. 155 kali peredaran rokok ilegal hingga 30 November mendatang. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan penangkapan ini meningkat 41, 23% dibanding 2019 dengan rata-rata 25 tangkapan per hari.

Baca Juga:   Sah, Tarif Cukai Rokok Naik 12, 5%

“Tahun ini meskipun di dalam suasana dan situasi pandemi dengan mengancam semuanya termasuk jajaran Harga dan Cukai. Jajaran Bea tetap meningkatkan jumlah penindakan terhadap peredaran rokok ilegal sebanyak 8. 155 kali. Ini upaya yang sangat heroik, saya berterima bergurau semua jajaran melakukan ini, ” kata Menkeu dalam video virtual, Kamis (10/12/2020).

Sirih dia, jumlah batang rokok gelap yang dari operasi ini menyentuh lebih dari 384, 5 juta batang senilai Rp339 miliar. Total ini juga mengalami kenaikan sebab tahun 2019 sebanyak 361, dua juta batang senilai Rp247miliar.

Baca Juga: Makna Rokok Kian Mahal karena Cukai Naik 12, 5%, Ini Daftarnya

“Semakin agung cukai kita naikkan, semakin mereka bersemangat untuk menghasilkan rokok gelap, ” bebernya.

Lanjutnya dengan kenaikan cukai ini bisa menekan peredaran rokok ilegal. Situasi ini menjadi salah satu yang melatarbelakangi dinaikkannya cukai rokok tarikh depan.

“Kita mau menurunkan peredaran rokok ilegal yang mana cukup merugikan kita, ” jelasnya.