News

Sri Mulyani Sebut: Pembangunan SDM Kunci Jadi Negara Lulus

sri-mulyani-sebut-pembangunan-sdm-kunci-jadi-negara-maju-1

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang juga Anggota Indah Wali Amanat ( MWA ) Universitas Indonesia (UI), menyatakan pendirian sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci kemajuan sebuah negara.

“Keuangan negara adalah cerminan dari keseluruhan potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk mendapatkan penerimaan yang bersumber dari sumber daya alam, budaya, dan nilai tambahan ekonomi masyarakat, ” ujarnya saat menjadi narasumber Kegiatan Awal Mahasiswa Baru (Kamaba) UI Tahun 2021, kaya dilansir Antara, Minggu (1/8/2021).

Di hadapan sekitar 8. 000 mahasiswa baru UI jenjang D3 (vokasi), D4, dan S1 dari program reguler, paralel, & kelas internasional, Sri Mulyani hadir secara daring memberikan paparan terkait tema tinggi acara Kamaba UI yaitu “Satu Karena Beda”.

Menkeu menyampaikan mengenai potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan bagaimana potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk menghadirkan kesejahteraan & kemakmuran bagi seluruh umum.

Menangkap Juga:   5 Bahan Menarik Ancaman Lebih Ngeri dari Covid-19, Apa Itu Bu Sri Mulyani?

Seluruh daya kekayaan yang dimiliki Indonesia dikumpulkan menjadi keuangan negeri melalui berbagai bentuk, sesuai pajak, hasil tambang, & royalti.

Retribusi merupakan uang masyarakat yang dikumpulkan oleh negara & akan dipergunakan untuk mendanai kebijakan pembangunan negara di berbagai bidang untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, seperti pendirian SDM.

“Pembangunan sumber daya manusia ialah kunci kemajuan dari sebuah negara, ” kata Sri Mulyani, yang menjadi pensyarah pada pelaksanaan hari keempat Kamaba UI dengan menetapkan tema “Merawat Potensi Bangsa Indonesia”.

Baca Juga:   Jalan Sri Mulyani Efisiensi Honorarium APBN

Kemajuan tersebut tergambar lantaran berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemiskinan, & tata krama.

“Keuangan negara tersebut bermula dari masyarakat melalui retribusi, dan akan kembali kepada masyarakat melalui kebijakan yang mendorong kemajuan bangsa. Perkembangan itu diukur dalam berbagai hal, seperti kemajuan cara berpikir, dan itu kudu dilihat tidak hanya lantaran proses pendidikan, tetapi bagaimana kita menciptakan lingkungan baik dan bernegara yang melekat, di mana masyarakat dapat ikut berpikir kritis dan peduli terhadap negaranya, ” ujar Menkeu.