News

Sri Mulyani Siapkan Cara untuk Kurangi Dampak Resesi di Singapura

Sri Mulyani Siapkan Cara untuk Kurangi Dampak Resesi di Singapura

JAKARTA – Singapura baru-baru ini menyatakan sedang jatuh ke ngarai resesi. Hal ini menjadi menjawab bagi pemerintah Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mewaspadai dampak Singapura dengan mengalami resesi. Singapura mengumumkan pertumbuhan ekonominya di kuartal II-2020. Departemen Perdagangan Singapura mengumumkan, ekonomi pada kuartal II-2020 minus 41, 2% dibandingkan kuartal I-2020.

“Kita tentu waspadai, karena bagaimanapun juga Indonesia engine of growth kita konsumsi, investasi, dan ekspor. Hari ini pemerintah menggunakan segenap mekanisme anggarannya untuk mensubstitusi pelemahan di sisi konsumsi dan dalam sisi investasi maupun ekspor, ” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani akan mengabulkan berbagai cara untuk menjaga tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, & investasi. Salah satu upaya mencuaikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menyasar enam klaster sekaligus. Hal ini dilakukan agar resesi ekonomi tidak menular.

“Domestic growth-nya tak bisa mensubstitusi. Oleh karena tersebut penurunan dari Singapura sangat gede, karena memang tidak terjadi perniagaan internasional yang selama ini menjadi engine of growth-nya, ” jelasnya.

Mengaji selengkapnya: Singapura Resesi, Sri Mulyani Nyalakan Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia

 

(rzy)

Loading…