News

Sudah 85, 12%, Bendungan Pidekso Bisa Tambah Produktivitas Pertanian

Sudah 85, 12%, Bendungan Pidekso Bisa Tambah Produktivitas Pertanian

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Ijmal dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap meningkatkan jumlah tampungan air dalam Indonesia untuk mendukung ketahanan bertabur dan air. Pembangunan bendungan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, lengah satunya di Provinsi Jawa Pusat untuk mendukung sebagai provinsi kembung pangan nasional.

Pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan semasa Pandemi COVID-19 untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan dan tenaga kerja konstruksi beserta kesibukan yang mengikutinya. Kegiatan pembangunan dengan berlanjut pun diharapkan dapat menyampaikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional dalam tatanan baru (New Normal), mengingat industri konstruksi saat ini menyumbang tidak kurang dari 10 hingga 11% pembentukan Produk Pribumi Bruto (PDB) Nasional.

Membaca Juga: 5 Bendungan Dibangun Tarikh Ini, dari NTB hingga Gorontalo

Salah utama bendungan di Jawa Tengah dengan tengah diselesaikan pembangunannya adalah Tanggul Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Bendungan Pidekso merupakan satu diantara Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang Sumber Daya Air untuk mewujudkan ketahanan air serta pangan nasional.

Tanggul multifungsi ini direncanakan mampu merendam area irigasi seluas 1. 500 hektar. Air irigasi dari tambak akan meningkatkan Intensitas tanam lantaran 133 % (2000 Ha) ke 240% (3600 Ha). Diharapkan secara selesainya bendungan ini nanti sanggup mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 khususnya di bidang pertanian.

Baca Serupa: Bendungan Meninting Tambah Pasokan Tirta Irigasi di Pulau Lombok

“Bendungan ini pula sebagai sumber air baku 300 liter/detik untuk Wonogiri, Sukoharjo, Tunggal dan sekitarnya. Sudah siap buat kita pasang pipanya, ” perkataan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari laman Kementerian PUPR, Senin (1/6/2020).

Bendungan yang berada di hulu Sungai Solo ini dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Kali (BBWS) Bengawan Solo, Ditjen Sumber Daya Air. Bendungan ini serupa bermanfaat untuk pengendali banjir serta sebagai lahan konservasi serta turisme sehingga dapat membantu kesejahteraan klub sekitar.

Loading…