News

Tagihan Listrik Turun? Ternyata Begini Hitung-hitungannya

Tagihan Listrik Turun? Ternyata Begini Hitung-hitungannya

JAKARTA – Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menyekat penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 membuat penggunaan listrik meningkat. Hal ini berdampak pada dakwaan listrik yang juga membengkak.

Hal ini mewujudkan masyarakat mengeluhkan kepada PT PLN (Persero). Lalu adakah tagihan elektrik yang turun selama PSBB?

Baca Juga: Cara Dapatkan Token Listrik Gratis dari PLN

PLN memberikan tiruan perhitungan tagihan listrik yang mendarat. Sama seperti tagihan listrik yang naik, PLN menghitung pemakaian listrik dalam tiga bulan terakhir yakni Desember 2019, Januari 2020 serta Februari 2020.

Pada tiga bulan belakang tersebut, penggunaan listrik mencapai 100 kWh, dengan demikian rata-rata tagihan rekening listik sebesar 100 kWh.

“Kelebihan tagih pada saat menggunakan rata-rata 3 bulan terakhir akan dikurangkan pada saat pencatatan meter secara riil oleh petugas atau lapor sendiri pelanggan melalui WA, ” tulis PLN seperti dikutip Okezone melalui masukan infografis PLN, Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Baca Serupa: Cara Akali Tagihan Listrik PLN Agar Tidak Membengkak

Kemudian pada Maret, penggunaan listrik turun menjadi 70 kWh karena PSBB 2 minggu, jadi rekening tagihan listrik April memakai rata-rata 100 kWh, dengan bertambah tertagih 30 kWh.

Sedangkan penggunaan listrik dalam April meningkat menjadi 90 kWh selama PSBB 1 bulan. Rekening Mei hasil pencatatan meter aparat atau lapor mandiri sebesar 90-30 = 60 kWh. Rekening Mei yang ditagihkan sebesar 60 kWh.

 

(dni)

Loading…

Info terkait lainnya di Slot Online