News

Tanri Abeng: Apabila Diobok-obok, BUMN Tidak Akan Optimal

Tanri Abeng: Apabila Diobok-obok, BUMN Tidak Akan Optimal

  JAKARTA – Bekas Menteri BUMN Tanri Abeng membicarakan adanya politisasi pada perusahaan-perusahaan pelat merah. Hal itu menjadi larangan utama BUMN untuk menggenjot kinerjanya.

Menurutnya adanya politisasi ini manajemen BUMN tak mempunyai kuasa penuh dalam menjalankan operasional perusahaan.

Baca Juga:   Dahlan Iskan Merasa Gagal Oleh karena itu Menteri BUMN

“Apabila manajemennya diobok-obok. Maka BUMN ini tidak akan pernah sempurna kinerjanya, ” ujar dia dalam sebuah diskusi virtual LP3ES, Jakarta, Senin (18/5/2020).

Kemudian, lanjut dia, pihaknya mendorong supaya politisasi di BUMN segera dihapuskan. Sehingga kinerja perseroan dapat lahir secara maksimal.

bumn

“Namun kan kenyataannya tidak bisa itu dihilangkan sedikit pun. Dan saya juga sarankan supaya perusahaan pelat merah untuk menjual sebagian sahamnya ke publik guna menekan politisasi manajemen, ” membuka dia.

Dalam jalan yang sama, Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan mengaku betul prihatin dengan kondisi BUMN yang gagal bersaing. Hal ini yang membuat dirinya merasa gagal menjelma menteri BUMN kala itu.

Baca Juga:   Dahlan Iskan Beberkan, BUMN Bisa Selamatkan Ekonomi dari Covid-19

Menurut Dahlan, agak memalukan apabila BUMN kuat di bidang yang tidak terlalu terpaut di bidang ketahanan negara. Tetapi sangat lemah dalam bidang yang justru secara langsung terkait dengan kepentingan publik.

“Contohnya waktu itu saya sangat prihatin tentang BUMN di bidang pangan kalah dengan bakso Blok S. Karena sangat kecil dan jeleknya, ” kata Dahlan.

(kmj)

Loading…