News

Terdampak Pandemi, UMKM dan Negeri Usaha Butuh Bantuan Itu

terdampak-pandemi-umkm-dan-dunia-usaha-butuh-bantuan-ini-1

JAKARTA – Negeri telah resmi memperpanjang PPKM Level 4. Terkait kejadian itu Wakil Ketua Ijmal Bidang CSR dan Perlombaan Usaha Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia Suryani Motik mengatakan bahwa perpanjangan ini harus diimbangi sandaran yang dibutuhkan pelaku UMKM dan usaha menengah tumbuh harus berjalan paralel karena kebutuhannya berbeda.

Dia menjelaskan, UMKM memerlukan modal usaha, yang telah digelontorkan oleh pemerintah. Pencairan modal ini, menurut tempat, harus diperpanjang dan ditambahkan jumlahnya kalau pemerintah bisa saving di beberapa zona yang tidak diperlukan.

“Untuk usaha besar membangun meminta keringanan tagihan listrik. Listrik ini kan bermakna penundaan pemasukan dari negeri, pemerintah tidak keluar uang, hanya penundaan pemasukan saja. Ini perlu dilakukan, kalau tidak, kan dunia daya tidak bisa jalan teristimewa, ” ujar Suryani di dalam IDX Channel Market Review di Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Baca Juga:   Mal Dibuka, Bioskop hingga Bermain Bujang Masih Ditutup

Dia mengatakan, jika listrik diputus, maka usaha tentunya tidak berjalan. Sedikitnya, bantuan listrik ini dihapus saja minimum chargenya. “Misalnya ada itu minimum chargenya, itu kalau dihapus, pertama jika di pabrik, kepala dan hotel, itu mau sangat membantu dunia cara untuk bertahan. Kita sama-sama sharing pain lah, berbagi beban lah dalam tanda seperti ini, ” ungkapnya.

Menangkap Juga:   Ekonomi Kuartal III-2021 Diprediksi Hanya Lahir 3%

Suryani menyampaikan bahwa pihaknya paham kalau pemerintah punya beban, namun dunia cara pun punya beban, karena dua-duanya sama-sama dibutuhkan sebab negara untuk keberlangsungan kesibukan satu negara.

“Relaksasi juga ini negeri sudah taruh uangnya di bank. Karena sifatnya pinjaman, ini yang dibutuhkan. Relaksasi kemarin sudah dilakukan akan tetapi kan satu tahun, tersedia yang 6 bulan apalagi. Pada saat itu kita tidak ada yang memprediksi kalau pandemi Covid-19 akan berlaku sampai sekarang, ” terang Suryani.

Namun, kesempatan ini, masyarakat bisa melihat bahwa pandemi bisa berlaku hingga 3-5 tahun dan pemerintah sudah menempatkan uangnya di bank. “Jadi aku kira, kalau relaksasi, banknya perlu diselamatkan tapi nasabahnya juga perlu diselamatkan, ” tambahnya.

Suryani melihat beberapa bank di tahun 2020 membukukan keuntungan yang cukup besar. Taat dia, hal ini lulus ironis mengingat di negeri usaha jarang sekali dengan bernasib serupa, kecuali dalam sektor tertentu seperti pertambangan dan berbasis IT.