News

Tersedia PPKM, Pendapatan Puradelta Malah Naik Tajam 129, 53%

ada-ppkm-pendapatan-puradelta-malah-naik-tajam-12953-1

JAKARTA – Di tengah pasar properti lesu akibat dampak perpanjangan kebijaksanaan PPKM, sebaliknya emiten pengembang kawasan industri PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan kenaikan kinerja yang fantastis selama semester I/2021. Dimana perseroan membukukan pendapatan senilai Rp579, 78 miliar. Realisasi itu melesat 129, 53% dari posisi pada semester I/2020 senilai Rp252, 59 miliar.

Selanjutnya, laba bersih tumbuh tenggat 265, 60% secara tahunan menjadi Rp288, 57 miliar dari sebelumnya Rp78, 93 miliar. Marjin laba suci tercatat sebesar 49, 8% atau lebih tinggi dipadankan periode yang sama tahun lalu 31, 3%. Dilihat dari kontributornya, pendapatan dari penjualan yang terdiri daripada industri, perumahan, dan komersial, menanjak 136, 40% year-on-year (yoy) menjadi Rp570, 22 miliar dari sebelumnya Rp241, 20 miliar.

Eksekutif dan Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto membaca, segmen industri masih menolong kontribusi terbesar ke dalam pendapatan perseroan.

Baca Juga:   Rugi Hero Supermarket Barah Jadi Rp550 Miliar

“Pendapatan jalan dari segmen industri dalam semester pertama 2021 ialah sebesar Rp436 miliar atau sekitar 75, 3% lantaran pendapatan usaha, ” ujar Tondy, seperti dikutip Harian Neraca, Jumat (30/7/2021).

Adapun, penjualan dari segmen hunian terpantau terbang signifikan sebesar 414, 46% yoy menjadi Rp100, 63 miliar diikuti penjualan pabrik yang naik 139, 45% yoy menjadi Rp436, 32 miliar. Sedangkan penjualan menguntungkan mengalami kenaikan 13, 09% yoy menjadi Rp33, 26 miliar. Lebih lanjut, total aset emiten Grup Sinarmas ini mengalami kontraksi 4, 09% sejak awal tarikh menjadi Rp6, 47 triliun. Penurunan itu disebabkan oleh berkurangnya ekuitas sebesar 1, 02% menjadi Rp5, 47 triliun dan liabilitas turun 17, 99% menjadi Rp1 triliun.

Tondy menjelaskan, penurunan jumlah aktiva terutama disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas. Posisi kas dan setara kas DMAS per 30 Juni 2021 adalah sejumlah Rp1, 10 triliun, bertambah rendah 20, 1% dibandingkan posisi kas pada agenda 31 Desember 2020 sebesar Rp1, 38 triliun.

Baca Serupa:   IFC Suntik Simpanan Rp451 Miliar ke Biasa Sarana Armada

“Penurunan kas dan setara kas karena perseroan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp313 miliar pada bulan Juni 2021, ” kata Tondy.

Pada tengah pertama tahun 2021, pemasaran produk hunian didominasi oleh penjualan perumahan di klaster hunian Naraya Park. Adapun penjualan produk komersial berpangkal dari penjualan lahan komersial atau commercial lot & produk-produk ruko.